Selasa, Juni 30, 2009

ENERGI ALTERNATIF UNTUK JARINGAN WIFI

PV Cell Basics
• Semikonduktor silikon positif transparan dan negative silicon backing
• Cahaya masuk (photons) menyebabkan elektron-elektron berenergi begrerak ke n-silikon dan keluar konektor

• Tegangan nominal 0.55 V memerlukan hubungan seri untuk mendapatkan tegangan yang berguna sebesar 16 V
• 3% hingga 17%

Pengendali Arus (Charge controller)
•Pengendalian arus listrik untuk melindungi batrai
• Diskonek baterai bila tegangan jauh turun (tipikalnya adalah 10.6 V)
• Lepaskan arus listrik bila tegangan listrik naik hingga tinggi (tipikalnya 14V)
• Diskonekkan Panel Solar Sel pada malam hari

Cadangan Energi
• Energi dapat tersimpan secara kimiawi
• Secara fisika terdapat dalam bendungan air yang tinggi

• Listrik
• Roda gaya/kincir (Flywheels)


Inverter
• Inverter merubah secara langsung arus tegangan rendah menjadi 120 VAC
• Input DC 12v atau 24v DC
• Besar kehilangan arus konversi DC ke AC conversion sekitar 20%

Skema setingan yang umum – nilai investasi sekitar$2250

Mikro-hidroelektrik

Mengukur ketinggian (metode carpenter’s level)

Mengukur ketinggian menggunakan inclinometer

Mengukur aliran air (bucket method)

Bendungan Sederhana

Perpipaan dan pondasi semen


Turbine dan Generator kapasitas 1kw

Kumpulan Unit Micro-Hydro Plant – invsetasi sebesar $5k USD

Turbin berpenggerrak tenaga angin

Turbin tenaga angin berukuran kecil – nilai investasi sekitar $2450

Spesifikasi teknisnya:

• Bergey XL-1
• Rotor Diameter: 2.5 m
• Rated Wind Speed: 11 m/s
• Rated Power: 1000 Watts
• not incl tower
sumber: www.bergey.com

Penaksiran lokasi/tempat sumber tenaga angin

• Mengukur kecepatan angin selama 1 tahun
• Sekurang-kurangnya pada ketinggian 10 meter diatas gedung, dan jarak pepohonan tak lebih dari 150 meter.

Buat sendiri…

Kebutuhan Daya pada pusat layanan internet

Kebutuhan daya pada infrastruktut WiFi

Biaya

• Kebutuhan biaya pendukung daya sebuah WRT54GL

Sebuah Pendekatan WiFi Yang Ramah Lingkungan

Contoh Proyek Warung Internet Berteknologi Ramah Lingkungan

Referensi: http://wireless.ictp.it/school_2008/

Memperluas Jangkauan Wireless dengan Wireless Distribution Service

Ini merupakan sebuah slogan kartu kredit VISA yang berbunyi “everywhere you want to be” yang kira-kira artinya “ada dimanapun anda inginkan”. Jaringan wireless anda pun juga dapat ada dimanapun anda inginkan. Tapi tidak sedikit dari anda yang tinggal pada sebuah perkemahan, yang mana hal ini tidaklah mungkin untuk mengakses internet.

Wireless Distribution System, atau WDS, adalah sebuah sistem murah dan mudah untuk memperluas jangkauan jaringan wireless anda. Disebut murah, karena anda dapat men-set sepasang sub-router seharga $60 dengan firmware gratis dan bebas didownload yaitu DD-WRT, misalnya router Linksys WRT54GL (hanya $56 saat ini, cek harga di Amazon.com) dan router lainyang kompatibel. Hal ini sangatlah mudah, karena anda hanya perlu menerapkan beberapa setingan konfigurasi ke router anda, yaitu membuat sebuah repeater bridge untuk memperluas jaringan wireless anda.

Dalam rumah khayalan saya di atas, “router 1” terkoneksi ke layanan broadband (broadband service). Router tersebut menghantarkan sinyal wireless yang kuat ke suatu PC pada lantai yang sama. Tetapi seharusnya untuk bangunan dan ukuran rumah tersebut, sinyalnya melemah pada tangga turun secara cepat. Maka saya set sebuah router yang dikonfigurasi sebagai WDS pada tangga turun untukmenaikkan sinyal bagi penghuni lantai bawah.

Pada lantai dua, “router 2” bertindak sebagai klien wireless dan sebuah akses poin untuk menerima dan memancarkan kembali sinyal dari router 1, kata kuncinya menjadi memancarkan lagi. Ini merupakan tambahan biaya untuk WDS — klien-klien yang berasosiasi dengan router 2 hanya kelihatan setengah bandwith seperti berasosiasi dengan router 1. Untuk jaringan wrireless G dimana secara primer menggunakan eksternal broadband, menunjukkan sdikit pengorbanan, karena secara khusus koneksi broadband U.S. broadband harus lebih lambat dari wireless LAN, pun pada setengah kecepatan.

Anda dapat menambahkan tiga, empat dan lebih banyak router untuk memperluas jangkauan WDS bila diperlukan — tetapi masing-masingnya kembali membagi bandwidth setengahnya terhadap kliennya.

Aturan dan Kaidah WDS

Ada beberapa kaidah untuk mengimplementasikan jaringan yang berfungsi sebagai WDS. Untuk kompatibilitas yang optimal, anda harus menggunakan router yang sama seluruhnya — atau, pada kasus ini, firmware yang sama, yaitu menggunakan firmware DD-WRT v23 pada kedua router tersebut.

Kedua router harus berkomunikasi pada channel wireless yang sama. Kedua router harus dikonfigurasi pada jenis jaringan 802.11 yang sama, apakah standar B (11Mbps), mixed B/G (11/54 Mbps), atau G (54 Mbps). Jaringan standar G terpisah dari yang lain harus menggunakan channel 1, 6, atau 11.

Bila anda menggunakan sekuriti enkripsi WPA, anda harus men-set kedua router sebagai jaringan G yang terpisah dari yang lain. DD-WRT tidak mendukung enkripsi WPA2 pada WDS. Sekuriti WEP dapat digunakan pada jaringan dengan dukungan standar B.

WPA security juga memerlukan menetapkan SSID yang identik bagi kedua router tersebut Bila menggunakan sekuriti WEP atau tanpa sekuriti, anda dapat pilih untuk menetapkan SSID yang berbeda terhadap masing-masing router. Anda dapat mengendalikan lebih banyak melalui AP yang menghubungkan klien-klien anda ke masing-masingnya yang memiliki SSID berbeda — pengatur beberapa klien, termasuk konfigurasi Wireless Zero Configuration Windows XP, bukan AP yang tidak mendua yang berbagi koneksi dengan SSID yang sama dan mungkin tidak selalu menjelajahi dengan sinyal kuat.

Yang Perlu Anda Ketahui…

Sebelum menyelami lebih dalam dan mengganti setingan firmware router anda, anda perlu beberapa informasi yang akan kembali berguna belakangan nanti. Pertama, masuklah ke interface DD-WRT administration interface pada router 1, yang terkoneksi layanan broadband.

  • Alamat DNS: Klik pada menu Status/Router dan gulung layar ke bawah, Internet. Disana anda akan melihat DNS 1, 2, and 3 seperti yang diberikan oleh ISP (Internet Service Provider) anda. Catat alamat apapun yang tampil disini.
  • IP LAN untuk router anda yang terhubung ke Internet: klik pada Status/LAN dan catat IP Address yang tercantum menurut Local Network.
  • ID MAC wireless untuk setiap router: klik pada Status/Wireless dan catat MAC address tersebut pada bagian atas halaman tersebut. Alamat unik ini mengidentifikasikan router ini. Catat alamat router ini untuk setiap router pada WDS anda.

Back Up Setingan Anda

Sebelum mengutak-atik pengaturan router anda yang terhubung ke internet, mari back up setingan yang ada saat ini — barangkali bekerja sebagaimana mestinya, atau anda tidak ingin membaca artikel online ini.

Klik Administration/Backup dan kemudian klik tombol Backup pada bawah halaman tersebut. Kemudian browser anda akan menyimpan sebuah file.Apakah anda perlu mengembalikan setingan anda, kunjungi kembali halaman in dan berikan file backup file ke kotak dialog Restore Settings.

Menyulap Router

Cara yang paling mudah untuk terus mengikuti tutorial ini adalah konfigurasikan kedua router pada waktu yang sama. Idealnya, hubungkan komputer portabel atau komputer sekunder ke interface administration router kedua ketika mengakses router primer anda dari LAN komputer.

Idealnya, anda harus reset kedua router untuk daftar yang benar — hanya dalam kasusu sebuah setingan pada suatu tempat mungkin menggangu WDS. Anda dapat mengembalikan setingan router anda ke setingan default pabrik dengan meng-klik Administration/Factory Defaults dan kemudian klik Save Settings.

Tahap – Tahap WDS

Tahap 1: Set alamat IP LAN untuk setipa router. Klick Setup/Basic Setup dan gulung layar ke bagian Network Setup. Default alamat IP Lokal untuk router anda, setelah me-reset-nya ke default setingan pabrik adalah 192.168.1.1. (Contoh disini menggunakan 192.168.0.1, akan tetapi tidak memiliki perbedaan yang banyak: Tiga oktet pertama alamat IP harus sesuai terhadap node untuk berkomunikasi pada jaringan tersebut.)

Berikan alamat IP lokal baru untuk router anda yang kedua. Secara logika pilihlah 192.168.1.2, atau, seperti tergambar dibawah ini, yaitu 192.168.0.2.

Set alamat Gateway untuk router 2 ke alamat IP lokal ke router 1. Disini yaitu 192.168.0.1.

Tahap 2: Pada halaman konfigurasi yng sama, gulung layar ke bawah ke setingan Network Address Server Settings (DHCP). Enable-kan DHCP server pada kedua router tersebut, tapi set keduanya untuk alamt IP yang diberikan dalam rentang yang beda. Router 1 akan memberikan alamat IP mulai dari 192.168.0.100 dengan mengelompokkan 25 user. Router 2 mulai memberikan alamat IP dari 192.168.0.200 dengan mengelompokkan 25-user yang lainnya.

Anda dapat mengatur parameter ini sesuai dengan yang anda suka, sampai ketemu lagi kelompok alamat IP anda yang tidak saling melengkapi. Dengan pengaturan ini, anda dapat dengan cepat menghubungi dari klien PC siapapun yang berasosiasi denga akses poin, berdasarkan alamat IP pada saat itu. Kadang-kadang hal tersebut sangat membantu untuktroubleshooting.

Router 2 memerlukan isian DNS yang diberikan oleh ISP anda. Anda simpan in ketika membaca “You Need to Know” pada bagian di atas.

Tahap 3: Disable koneksi Internet pada Router 2 saja. Klik Setup/Basic Setup dan dibawah Internet Setup, set Connection Type menjadi “Disable.”

Tahap 4: Disable firewall pada Router 2 saja. Anda tidak perlu mengaktifkan in karena router kedua anda secara sederhana melewatkan trafik internet ke router primer anda, secara default firewall aktif. Menjalankan kedua firewall pada waktu yang sama dapat menyebabkan sistem berjalan tidak tahan lama (unreliable behavior). Klik Security/Firewall dan beri checklist Disable disamping SPI Firewall. Pastikan klik “Save Settings” pada bagian bawah halaman set up ini.

Tahap 5: Set wireless network mode, SSID dan channel untuk kedua router. Klik Wireless/Basic Settings. Set Wireless Mode anda menjadi “AP” untuk kedua router.

Pilih mode network “G-only” bila anda tidak perlu mendukung klien dengan mode B. Mengingat bila anda memilih mode mixed atau B-only network, anda tidak dapat menggunakan sekuriti WPA security dengan WDS, dan oleh karena itu harus menggunakan sekuriti lain yaitu WEP atau tidak sama sekali.

Set SSID untuk setiap router. Mengingat bila anda memilih mode G-only network dan menggunakan sekuriti WPA, maka SSID haruslah identik untuk kedua router. Kalau tidak, pilih SSID yang berbeda, seperti terlihat di sini. Hal ini memastikan saya dapat secara spesifik jelas untuk terkoneksi dengan AP yang berada pada tangga atasa atau tangga bawah.

Set channel wireless sama untuk kedua router tersebut — jangan pilih “Auto.” Bila anda pilih mode network G-only, anda harus menggunakan channel yang tidak saling mendahului (non-overlapping) channel: 1, 6 atau 11 saja. Bila ada jaringan wireless yang tidak saling berhubungan yang berdekatan, anda harus memilih sebuah channel yang tidak konflik dengan jaringan itu.

Tahap 6: Disable wireless security, meskipun bersifat sementara. Yang terbaik jalankan WDS dan tanpa sekuriti — sedikit faktor untuk troubleshoot. Klik Wireless/Wireless Security dan pilih Security Mode “Disable.”

Tahap 7: Sekarang kita dapat menetapkan gabungan WDS diantara kedua router. Klik Wireless/WDS. Halaman ini menunjukkan suatu urutan isian kosong untuk WDS yang saling berhubungan.

Pada router 1, tetapkan keterkaitan dengan router 2. Pilih “LAN” dari menu bagian bawah. Masukkan alamat MAC wireless untuk router 2, yang anda simpan sebelumnya pada bagian “Yang Perlu Anda Ketahui”. Secara bebas, masukkan sebuah label untuk gabungan WDS ini.

Pada router 2, ulangi prosedur yang sama, masukkan alamat MAC untuk router 1, dan tandai dengan label yang sesuai.

Pastikan klik “Save Settings” pada bagian paling bawah halaman tersebut.

Nyalakan Router

WDS anda telah siap digunakan. Sebagai uji pertama, posisi kedua router dekat satu sama lain maka kekuatan sinyal anda pastilah baik. Dengan menggunakan sebuah PC klien atau komputer portable, anda dapat bergabung dengan router yang lain dan mengakses Internet.

Berikutnya, posisikan router kedua kearah ujung luar dari rentang router pertama. Hal ini memerlukan beberapa percobaan, pindahkan tambah lebih jauh, untuk mendapatkan lokasi yang terbaik untk router kedua. Idealnya, posisinya cukup tertutup terhadap router pertama yang menerima sinyal kuat, namun cukup jauh yang dapat menambah jangkauan wireless anda yang lumayan luas.

Ketika anda konfirmasi bahwa WDS anda bekerja, anda dapat mengunjungi kembali sekuriti wireless yang diaktifkan. Pastikan bahwa memilih parameter protokol sekuriti yang persis sama untuk kedua router tersebut. Mengingat WDS pada firmware DD-WRT saat ini tidak mendukung enkripsi WPA2, dan hanya mendukung enkripsi WPA pada jaringan G-only.

Beberapa user melaporkan problem dengan port forwarding dari router primernya terhadap klien yang berasosiasi dengan router keduanya. Bila anda menggunakan port forwarding dan mengalami hal ini, Jika ada trouble yang sering ditimbulkan dengan cara WDS pada DD-WRT cobalah aktifkan DMZ -nya. (definisi). Klik Applications & Gaming/DMZ dan masukkan alamat IP router kedua anda, klik Enable dan “Save Settings.”

MACAM-MACAM ANTENA WIFI 802.11b/g MENGGUNAKAN REFLEKTOR ANTENA PARABOLA

Yuk… Mari kita lihat aneka antena wireless WiFi 802.11b/g menggunakan reflektor antena parabola. Pada tulisan kali ini saya hanya menampilkan beberapa dokumentasi antena WiFi, membangun jaringan WiFi dan sebagainya. Hal ini saya maksudkan untuk memberikan gambaran kepada anda sekalian bahwa membangun jaringan WiFi itu menarik dan cukuplah mudah.

Sekarang marilah kita lihat aneka antena WiFi berikut ini untuk membuka wawasan anda dan semoga menjadi inspirasi memperjuangkan internet masuk desa, dengan biaya murah dan dapat diandalkan.

Gambar 1. ‘Tak ada tower… Pohon pun jadi

Gambar 2. Antena WiFi Parabola di rumah.

Gambar 3. Kru bersama antena WiFi parabola

Gambar 4. Skema antena WIFI 802.11b/g menggunakan reflektor antena parabola

Gambar 5. Tarik donk… Reflektornya ke atas pohon..

Gambar 6. Menempatkan reflektor parabola pada pohon.

Gambar 7. Reflektor antena parabola berukuran kecil.

Gambar 8. Uji coba reflektor antena parabola berukuran kecil

Gambar 9. Parabola nganggur…. Bagus nih…

Gambar 10. Parabola TV satelit juga ok.

Gambar 11. Kalkulasikan budgetnya… he…he…he…

Gambar 12. Ditaruh di atas bukit juga bisa….

Instal Windows XP ke Laptop Hardisk SATA

Diawali dengan Laptop bermerek Acer. Banyak orang komplain, karena laptop tersebut tidak bisa di instal Windows XP. HDD not detect (Wow… Ada apa ini??? Rusakkah Hardisku?). Sekarang para pemakai Laptop Toshiba pun mulai banyak yang menjadi korban vista.

Ada juga cerita lucu, sewaktu beli Laptop COMPAQ baru versi CQ40-121TU ke suatu toko komputer. Saya minta instalkan OS Windows XP ke Laptop baru tersebut, namun Si penjual laptop tersebut bilang “Kalo diinstal XP ntar program winamp nya (aplikasi pemutar video audio) hang mas”. Dalam hati gw “apa hubungannya winamp bisa hang dengan windows XP, toh laptop yang mo dibeli baru plus spek memadai”. Mungkin ini alasannya orang toko saja, sebenarnya dia ga tau cara instal windows XP ke laptop-laptop keluaran baru yang hardisknya sudah tipe SATA :D .

Ya sudah, langsung saja ke intinya. Untuk menginstal Windows XP pada Laptop yang menggunakan SATA AHCI, ada beberapa cara / solusi yang dapat saya berikan :

SOLUSI PERTAMA :

Gunakan Floppy eksternal untuk instal driver SATA. Namun mahalnya Floppy eksternal dan sangat amat jarang digunakan menjadikan solusi ini masih membuat orang berfikir berulang kali untuk menggunakannya.

SOLUSI KEDUA :

Instal Driver SATA langsung ke CD Windows XP, sehingga tidak perlu menggunakan Floppy eksternal lagi karena Driver SATA telah kita tambahkan ke CD Installation XP.

Kita dapat menambahkan Driver For SATA ke CD Windows XP dengan menggunakan program N-Lite.

Namun cara ini relatif sulit, terutama bagi user Newbie. Tidak semua orang bisa menggunakannya walaupun user tersebut telah terbiasa menginstal windows sendiri.

Saya tidak akan menerangkan cara menambahkan driver SATA ke CD XP, karena sudah banyak situs / blog yang menerangkan cara membuatnya. (Sebenarnya ini cuma alasan doang, karena sampai sekarang saya sendiri belum berhasil memodifikasi CD XP menggunakan N-Lite . . . He he he . . . Jaim dikit boleh dong !) :D

SOLUSI KETIGA :

Cara ketiga ini adalah cara yang paling mudah dilakukan. Yaitu dengan mengubah option bios pada menu HDD mode. Ubah option-nya menjadi : ” SATA AHCI mode ke IDE mode “

Syaratnya cuma satu … Bios pada laptop harus memiliki future menu tersebut. Untuk Laptop Acer sekarang sudah menggunakan future untuk merubah SATA AHCI mode ke IDE mode.

Setelah melakukan perubahan pada bios silahkan langsung instalkan Windows Xp.

SOLUSI KEEMPAT :

Bila ketiga solusi di atas tidak bisa anda lakukan juga, maka silahkan download langsung saja Image Windows-XP-Dark-Edition-V.6-Power-Pack dari internet. Kamu ga usah susah-susah mikir, langsung sedot . . . langsung instal. OKE !

Download XP Dark Edition V.6:

PART 1 RAPIDSHARE

PART 2 RAPIDSHARE

PART 3 RAPIDSHARE

PART 4 RAPIDSHARE

PART 5 RAPIDSHARE

PART 6 RAPIDSHARE

PART 7 RAPIDSHARE

xp-dark-edition-v6

Enjoy :)

Catatan: Jika BIOS anda tidak ada opsi perubahan dari SATA AHCI mode ke IDE mode, coba gunakan opsi peng-instalan untuk driver sata (F2).

oleh:Syafran

OLPC: Satu Laptop untuk Tiap Anak

olpc

Dunia teknologi selama ini dihidupi oleh inovasi alias terobosan-terobosan, yang tak jarang bersifat spekulatif, untuk menghasilkan produk-produk teknologi yang semakin canggih, terjangkau, namun tetap penuh manfaat. Upaya-upaya itu apabila dikawinkan dengan semangat filantropis—berderma—seringkali berujung pada hal yang tak terduga.

Salah satu bentuk pengikatan teknologi dengan filantropi adalah gagasan pengadaan laptop—komputer jinjing–seharga $100 AS untuk mendukung pendidikan dasar di negara-negara berkembang. Ya, harga yang dipatok hanya 100 dollar Amerika Serikat atau kurang dari Rp 1 juta! Padahal saat ini rata-rata harga terendah untuk laptop berkisar Rp 5 – 6 juta. Murah sekali bukan, tetapi apakah mungkin terealisasi?

Dipuji Sekjen PBB
Gagasan laptop 100 dolar yang dirintis hampir dua tahun lalu oleh lembaga nirlaba OLPC (One Laptop per Child alias Satu Laptop untuk Setiap Anak) dikomandani oleh Nicholas Negroponte, pimpinan laboratorium di Massachuset Institue of Technology (MIT), Amerika Serikat. Menurut Negroponte, tujuan OLPC adalah mengembangkan piranti pendukung pendidikan dengan teknologi canggih namun tetap murah dan mudah sumber energinya, dengan melibatkan pemerintah dan dunia usaha sebagai penyandang dana.

Pada bulan Januari 2005, Negroponte memaparkan gagasan OLPC untuk pertama kalinya pada ajang Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Idenya mendapat sambutan hangat dari sejumlah delegasi negara peserta. Tak hanya itu, sejumlah perusahaan pun menyusul urun biaya dan teknologi, antara lain Google, News Corps., Nortel, AMD, Red Hat, Canonical Ltd, dan Brightstar yang masing-masing menggelontorkan dana sebesar $ 2 juta AS untuk membiayai pengembangan desain awal. Sementara itu Quanta Computer Inc., pabrikan perangkat keras komputer dari Taiwan, memenangkan lelang untuk memproduksi komputer jinjing termurah di dunia itu.

Prototipe laptop seratus dollar ini juga dipamerkan pada acara Pertemuan Puncak Masyarakat Informasi (WSIS) di Tunisia, bulan November 2005 silam dan sempat mengundang mengundang kekaguman dari Sekretaris Jendral Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) Kofi Annan. “Sangat mengesankan. Kemampuannya tidak kalah dengan laptop yang jauh lebih mahal. (Laptop) Ini akan menjanjikan kemajuan besar dalam pembangunan sosial dan ekonomi,” komentar Annan.

Diremehkan Bill Gates
Laptop 100 dollar ini akan dilengkapi dengan prosesor 500 MHz keluaran AMD, memori sebesar 128 MB, layar display selebar 7 inch, perangkat penyimpan data dengan teknologi flash berkapasitas 500 MB, piranti WiFi untuk akses internet, serta batere yang bisa diisi ulang dengan tenaga listrik maupun engkol tangan. Piranti lunak yang dipergunakan antara lain sistem operasi berbasis Linux dan aplikasi-aplikasi sumber bebas (open source) yang dikembangkan oleh Red Hat.

Dengan spesifikasi di atas, terutama dengan adanya piranti hand crank atau engkol tangan, laptop keluaran OLPC diharapkan dapat dioperasikan bahkan di lokasi-lokasi terpencil tanpa dukungan listrik sekalipun. Dengan teknologi jaringan “mesh network” dimungkinkan ratusan laptop dapat terkoneksi dengan internet melalui satu titik akses internet (access point) saja.

Meski cukup canggih, spesifikasi ini sempat mendapat kritikan dari Bill Gates, pendiri Microsoft yang antara lain memproduksi sistem operasi Windows. Menurutnya laptop OLPC tidak akan banyak disukai karena layarnya yang terlalu kecil, tidak dilengkapi hardisk dan engkol yang merepotkan. “Bagaimana mau mengetik kalau setiap saat kita harus memutar engkol agar laptop menyala?” ujarnya. Kritikan ini dijawab OLPC dengan menambahkan catu daya bertenaga engkol yang terpisah dari badan laptop.

5 Hingga 15 Juta
OLPC mematok target 5 hingga 15 juta laptop produksi mereka akan tersalurkan di seluruh dunia hingga pada paruh akhir 2006. Saat ini tujuh negara telah dipilih menjadi tempat uji coba, yaitu Brasil, Thailand, India , China, Argentina, Mesir, dan Nigeria yang masing-masing akan memesan 1 juta unit laptop. Biaya pembelian sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah bersangkutan, dan laptop akan dibagikan gratis untuk siswa-siswa dan guru sekolah dasar dan menengah. Diharapkan pesanan tahap awal ini akan terpenuhi pada bulan September 2006 mendatang.

“Saat ini sebagian besar pemerintah telah menyadari kekayaan alam paling berharga bagi setiap negara adalah anak-anak. Karena itu saya yakin kebutuhan akan laptop 100 dollar ini tiada batas,” kata Negroponte. Ia menambahkan bahwa semakin banyak laptop yang dipesan, maka harganya akan semakin rendah.

Negroponte pantas merasa optimis, terlebih setelah ditandatanganinya nota kerjasama antara OLPC dengan UNDP (United Nation Development Programme–badan di bawah PBB yang mengurusi masalah pembangunan yang bergerak di 166 negara), di tengah pertemuan Forum Ekonomi Dunia, 28 Januari 2006 di Davos. UNDP tertarik menggandeng OLPC untuk mendukung upaya pembangunan berkelanjutan, salah satunya program mengikis kesenjangan digital antara negara-negara maju dan negara berkembang.

“Meskipun akses terhadap ilmu pengetahuan semakin murah, tapi tidak banyak penduduk negara berkembang terutama kalangan anak-anak yang memiliki akses pada teknologi baru. Padahal sumberdaya pendidikan dan pengetahuan semacam ini akan memperluas kesempatan dan membantu mereka untuk lepas dari kemiskinan,” ujar Kemal Dervis, wakil UNDP yang menandatangani kerjasama itu.

Menurut Dervis, pada tahun-tahun mendatang UNDP akan aktif menyokong negara-negara miskin dan terbelakang untuk menyalurkan laptop buatan OLPC secara gratis untuk anak-anak sekolah di masing-masing negara dengan dukungan dana dari berbagai sumber. Nah, kapan ya program ini masuk Indonesia?

Sumber: http://laptop.org/

Anak ku Chrisna

Lilypie Kids Birthday tickers

Anak ku Christoffel

Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers